Senin, 04 Januari 2016

BAB III Fungsi Untuk Operasi String c++

Kompiler seperti Borland C++ maupun TURBO C++ menyediakan sejumlah fungsi yang berkaitan dengan operasi string, antara lain :
  1. Fungsi Manipulasi String
  2. Fungsi Konversi string
  • Menggabungkan string dengan strcat() :
//*Contoh untuk menunjukkan efek strcat()
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
Void main()
{
char st[128] = “satu dua”;
Clrscr();
Cout <<“Isi st semula : “<< st<< endl;
Strcat(st, “tiga empat lima”);
Cout <<“Isi st sekarang : “ << st << endl;
}
  • Menggabungkan dua buah string :
//*Contoh untuk menunjukkan penggunaan strcmp()
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
Void main()
{
char st[128] = “satu dua”;
Char cpp[ ] = “c++”; Clrscr();
Cout <<“Masukkan sembarang string “<< endl;
Cin.getline(st, sizeof (st));
Int hasil = strcmp(st, cpp);
If (hasil==0)
Cout <<st << “==“<<cpp<<endl;
Else if (hasil<0)
Cout <<st << “<“<<cpp<<endl;
Else
Cout <<st << “>“<<cpp<<endl;
}
  • Mengetahui Panjang String dengan strlen()
//* contoh strlen() untuk memperoleh panjang string
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
void main()
{
char bunga[15] = “mawar”;
char kosong[15] = “ “;
clrscr();
cout << strlen (bunga) << endl;
cout << strlen (kosong) << endl;
}
  • Mengkonversi ke huruf kecil dengan strlwr() & strupr()
//*Contoh untuk mengkonversi string ke huruf kecil atau sebalinya menggunakan strcat()
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
Void main()
{
char st[128] = “satu dua”;
Clrscr();
Cout <<“Isi st semula : “<< st<< endl;
Strcat(st, “tiga empat lima”);
Cout <<“Isi st sekarang : “ << st << endl;
}
  • Membalik string dengan strrev()
//* contoh pemakaian strrev() untuk membalikstring
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
void main()
{
char kompiler[ ] = “Borland C++”;
clrscr();
strrev(kompiler);
cout<< kompiler<<endl;
}
  • Contoh menyalin string dengan strcpy()
//* contoh pemakaian strrev() untuk membalikstring
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
void main()
{
char teks[ ] = “C++ ok”;
char data[25];
clrscr();
strcpy(data, teks);
cout<<”isi data : “<< data<<endl;
}

Konversi String ke Angka atau sebaliknya.
Untuk melakukan konversi dari suatu string ke bilangan, pemrograman dapat menggunakan sejumlah fungsi bawaan.
Fungsi-fungsi yang telah tersedia dapat dilihat pada table berikut :
FungsiPrototipeKeterangan
atoistdlib.hMengkoversi string argument menjadi nilai bertipe INT
atofstdlib.hMengkoversi string argument menjadi nilai bertipe FLOAT
atolstdlib.hMengkoversi string argument menjadi nilai bertipe Long Int

Beberapa contoh hasil pengkonversian stringkebilangan :
atof(“+2.1E+02”)        è 210
atof(“+2”)                   è 2
atof(“2ABC”)                         è 2
atof(“ 20.1”)                è 20
atoi(“+2.1E+02”)        è 2
atoi“+2”)                     è 2
atoi(“2ABC”)              è 2
atoi(“ 20.1”)                è 20
atol(“+2.1E+02”)        è 2
atoll(“+2”)                   è 2
atoll(“2ABC”)             è 2
atol(“ 20000000”)       è 20000000
PENYELESAIAN KONDISI

Pernyataan IF
Pernyataan if mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.
Bentuk umum dari pernyataan if
if (kondisi)
pernyataan;

  • Pernyataan IF – ELSE
Pernyataan if -else mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”.
Bentuk umum dari pernyataan if
if (kondisi)
perintah-1;
else
perintah-2;
Jika if-else diikuti dengan pernyataan majemuk maka bentuk penulisannya sebagai berikut :
if (kondisi)
{
perintah-1;

}
else
{
perintah-2;

}

  • Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :
if(kondisi)
if(kondisi)
…perintah;
else
…perintah;
else
if(kondisi)
…perintah;
else
…perintah;


  • Pernyataan IF – ELSE Mejemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunanan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana
if(kondisi1)
{
..perintah;
..perintah;
}
else if(kondisi2)
{
..perintah;
..perintah;
}


else
{
..perintah;
..perintah;
}

Pernyataan switch – case
Pernyataan switch – case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat, tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut :
switch (ekspresi integer atau karakter )
{
case konstanta-1 :
… perintah;
… perintah;
break;
case konstanta-2 :
… perintah;
… perintah;
break;
……
……
default :
… perintah;
… perintah;
}

Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Jika pernyataan ini tidak ada, maka program akan diteruskan kecabang – cabang yang lainnya.
Contoh program penyelesaian kondisi :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
char kode;
clrscr();
cout<<”Masukkan Kode Barang [A..C]
: “;
cin>>kode
switch(kode)
{
case ‘A’ :
case ‘a’ :
cout<<”Alat Olah Raga”;
break;
case ‘B’ :
case ‘b’ :
cout<<”Alat Elelktronik”;
break;
case ‘C’ :
case ‘c’ :
cout<<”Alat Masak”;
break;
default:
cout<<”Anda Salah Memasukan kode”;
break;
}
getch();

Tidak ada komentar:

Posting Komentar